Cara Alternatif jika Kita tidak Dapat Mengerjakan Soal

1. Rumus Kimia Air dan Adolf Hitler

2. C

3. Gajah Maen Prosotan

4. Find X

5. Fuck

6. Rainbow

7. She's a woman

8. Hukum Beer

9. Dibalik



sumber: kaskus.us


Belajar dari Mahatme Gandhi


Mahatma Gandhi dikenal sebagai tokoh yang revolusioner namun menjalankan aksinya dengan jalan damai. Berbagai teladannya bahkan menginspirasi tokoh dunia lain seperti Martin Luther King, Jr., the Dalai Lama,  Stephen Biko, Aung San Suu Kyi, Nelson Mandela hingga sang presiden Amerika Barack Obama.

Ucapan Gandhi sering menjadi pijakan dalam bertindak sehingga tujuan mencapai dunia yang lebih baik bisa menjadi visi yang jelas.

Ingin menjadi bijak seperti Gandhi? Mungkin kita harus merenungi beberapaquote-nya (telah diterjemahkan secara bebas) berikut ini:


1. Tak ada yang merugikan tubuh selain kekuatiran, dan seseorang yang memilliki iman pada Tuhan seharusnya malu bila kuatir akan segala hal dalam hidupnya.

2. Kualitas terbaik pada pekerjaan kita adalah menyenangkan Tuhan, dan bukan pada kuantitas hasil kerja tersebut.

3. Hiduplah seperti Anda akan mati besok. Belajarlah seolah Anda akan hidup selamanya.

4. Kebahagiaan tergantung pada pikiran kita, perkataan kita, dan yang dilakukan dalam keselarasan.


5. Kebesaran sebuah negara bisa terlihat dari cara mereka memperlakukan hidup hewan. (Nah, jika masih ingat dengan artikel "Pembantaian Orang Utan" dan "Nasib Badak Jawa" rasanya sudah bisa menilai kondisi negara kita seperti apa sekarang ini, ya).

6. Kekuatan tidak datang dari kehebatan fisik, melainkan berasal dari niat yang kuat.

7. Doa adalah alat paling potensial untuk sebuah aksi.

8. Saya tawarkan Anda kedamaian. Saya tawarkan Anda cinta. Saya tawarkan Anda persahabatan. Saya melihat kecantikanmu, mendengar kebutuhanmu, merasakan apa yang kamu rasakan. Kebijakasanaan saya mengalir dari sumber tertinggi. Dan, saya menghormati sumber Anda juga. Jadi, mari kita bekerjasama untuk cinta dan persatuan.


Sumber: squidoo.com

9 Syarat untuk Jadi Donor Ginjal

Penderita gagal ginjal membutuhkan ginjal baru untuk dapat bertahan hidup. Namun tidak sembarangan orang bisa menjadi donor ginjal, meski keluarga dan sedarah sekalipun. Ada beberapa syarat untuk bisa menjadi pendonor ginjal.

http://fallenscoop.com/wp-content/uploads/2011/08/nomatch-kidney.jpg

Ada dua jenis donor untuk menjalani transplantasi atau cangkok ginjal, yaitu donor hidup dan donor kadaver (jenazah).

Donor hidup, yaitu ginjal diambil dari manusia hidup yang sehat dan memenuhi kriteria seleksi untuk dilakukannya transplantasi. Sedangkan pada donor kadaver, ginjal diambil dari seseorang yang meninggal atau dinyatakan mati otak (seperti pada kasus kecelakaan lalu lintas atau cedera karena trauma).

"Transplantasi bisa dilakukan dengan menggunakan ginjal dari orang hidup atau jenazah. Tapi kita di Indonesia hanya melakukan transplantasi dari donor hidup, karena donor dari jenazah belum ada payung hukum yang kuat, jadi belum bisa dilakukan," jelas Prof DR Dr Endang Susalit, SpPD-KGH, dalam acara seminar media 'RSCM Mampu Melakukan Teknik Transplantasi Ginjal Berstandar Internasional di Gedung RSCM Kencana, Jakarta, Kamis (12/1/2012).

Untuk donor hidup, ada beberapa syarat yang ditetapkan, antara lain:

http://www.lintasberita.com/mediabig/c1ecbc6f2daa2ce9087c6f248ff5648c.jpg

  1. Usia di atas 18 tahun
  2. Sehat mental dan fisik
  3. Diusahakan agar golongan darah sama
  4. Tekanan darah normal
  5. Tidak diabetes
  6. Tidak kanker
  7. Tidak punya penyakit pembuluh darah
  8. Tidak terlalu gemuk
  9. Tidak kelainan batu ginjal

"Untuk donor kadaver, syaratnya harus mati batang otak. Secara hukum kondisi itu dinyatakan sudah meninggal, walaupun jantungnya masih berdenyut, misalnya pada kasus orang mengalami trauma di kepala. Dari pasien kecelakaan juga bisa, tapi jantungnya harus berdenyut. Kalau sudah tidak ada detak harus segera diresusitasi (kejut jantung), paling lama 10 menit. Tapi kalau sampai 1 atau 2 jam, ya sudah tidak bisa dijadikan donor," jela Prof Endang.
http://http.cdnlayer.com/medindia/health-images/kidney2.jpg

Harajuku, Perpaduan Tradisional dan Modern

Pada sebuah Minggu sore, saya berkesempatan menginjakkan kaki di Harajuku, Tokyo. Dari stasiun pemberhentian kereta JR saya menyeberang jalan dan sampai di Takeshi Dori, jalan yang menjadi ciri khas tempat anak muda Jepang mengekspresikan diri ini.

Tujuan pertama adalah gerbang Harajuku. Sepanjang jalan menuju gerbang, puluhan remaja Tokyo tampil dengan berbagai gaya dandanan (biasa disebut “cosplay”, singkatan dari costume play), mulai dari gothic hingga anime. Yang unik, banyak juga turis sengaja berdandan gothic dan ikutan tampil sepanjang jalan. Seandainya, saya percaya diri seperti mereka!





Ada juga yang ngamen, lengkap dengan drum dan gitar elektrik dan juga penyedia jasa kaligrafi Jepang dengan berbagai model tulisan kanji yang digelar di tengah jalan. Yang terakhir ini, sepintas seperti jajaran tukang tato jalanan di daerah Melawai-Blok M Jakarta.



Gerbang Harajuku merupakan titik awal jalan setapak menuju Meiji Jingu, kuil yang menjadi saksi sejarah periode Meiji. Daerah Harajuku memang merupakan perkawinan tradisional dan modern. Di sebelah kiri, di daerah Yoyogi menampilkan unsur tradisional, sementara di sisi kanan, Harajuku modern, mulai dari bangunan dan gaya hidupnya (makanan, kostum, butik, dan pengunjungnya)


Sepanjang jalan menuju kuil, kita bisa melihat jajaran drum anggur yang dulunya adalah lokasi tempat penyimpanan anggur milik kaisar. Masuk ke dalam jalan setapak yang ada di kiri jalan, kita akan digiring menuju taman Yoyogi yang asri. Puas menikmati hijaunya taman, kita melanjutkan ke kuil Meiji. Di kuil ini, kita bisa menyampaikan keinginan kita di papan kayu (dijual seharga 500 yen). Papan kayu ini kemudian digantung di satu papan besar yang ada di halaman kuil. 
Saya balik ke stasiun Harajuku untuk merasakan kepadatan jalan Takeshi, yang merupakan daya tarik Harajuku. Harus diakui kepadatan orang yang lewat di jalan ini di Minggu sore memang tidak kalah dengan kerumunan di PRJ Kemayoran. Sambil berdesak-desakan, saya melihat baju dan aksesori yang dijual di sepanjang jalan.







Dari kejauhan, di salah satu jalan kecil menuju kawasan butik mewah Omotesando, saya melihat antrean panjang orang membeli takoyaki! Pilihan takoyaki di daftar menu agak membuat saya kagok, tapi akhirnya saya mencoba takoyaki dengan saus mentaiko.

Sambil menyantap takoyaki, saya menyusuri Omotesando, daerah yang sering disebut Champs-Elysees-nya Tokyo. Di belakang toko mewah, terlihat beberapa gedung menjulang yang merupakan apartemen mewah yang menjadi tempat tinggal banyak selebritas Jepang. Konon salah satu gedung tinggi itu adalah tempat tinggal penyanyi wanita Jepang terkenal, Ayumi Hamasaki.



Sedangkan menengok ke dalam toko-toko di sepanjang jalan ini memang membuat mata segar. Tetapi jelas membuat kantong menjerit kalau nekat berbelanja di sini. Ketika masuk toko Nike, misalnya. Seperti model-model sepatu yang dijual model terbatas. 

Saya sempat melihat sepatu olahraga motif batik, yang kabarnya hanya diproduksi sekitar tiga ratus pasang. Di Indonesia saja tidak ada, eh, malah dijual di Jepang. Saya tidak berani mencari tahu harganya. Takut tidak siap mental.

Hasil Riset ternyata Ribuan ABG Tidak Bahagia

Dari hasil penelitian, diketahui sekitar 500 ribu anak-anak di bawah 15 tahun di Inggris ternyata tidak bahagia. Dari hasil riset Good Childhood pada 6.000 anak-anak berusia 8-15 tahun, terungkap kisah tentang anak-anak di masa modern ini dan saran supaya hidup mereka lebih indah.

https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEib1TjhdLFFmYvx5_O9KrHBQ2M41zGlG9AxKH1Bp0eWc-1lyCH9R5yxn7tQUOLLonguOAnkqKqYozkBekItVRSvdzawJZSQ_GS76TlPKU33WFEKsnxKK5NJGpuWr9xWq4yf1fk32GxCJmi4/s1600/ilustrasi+remaja.jpg


Yang mencemaskan, dari riset ini adalah satu dari 11 anak mengaku tidak bahagia dengan hidup mereka. Riset itu juga mencuatkan kenyataan bahwa akar dari kebahagiaan untuk anak-anak adalah rasa tenang dan nyaman di rumah.
 http://www.treatmentsolutionsnetwork.com/images/articles/adolescent-stress.jpg

Di sisi lain, mereka juga menyatakan benda-benda tertentu punya dampak signifikan seperti kehadiran iPod, televisi kabel, dan 'baju keren' untuk membuat anak-anak senang.
 http://www.tapesvideosandphotos.com/wp-content/uploads/2009/01/adolescent1.jpg

Kendati begitu, lembaga tesebut menegaskan bahwa kualitas hubungan anak dan keluarga jauh lebih penting. Ketenangan dan rasa damai dari rumah tak kalah utama. Anak-anak yang mengalami perubahan atau guncangan dalam keluarga dua kali berpeluang mengalami penurunan kualitas hidup.
Secara keseluruhan, anak-anak yang tinggal dengan orang tua kandung dalam satu rumah punya peluang berkembang lebih baik ketimbang anak-anak yang tinggal dengan keluarga asuh yang lain.
Bagaimana dengan keluarga Anda?



sumber :http://id.she.yahoo.com/ribuan-abg-ternyata-tidak-bahagia-ada-apa-050711510.html 

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...