Daur Ulang Patung - oleh Sayaka Kajita Ganz

Ini adalah patung yang indah dan gokiel abis, terbuat dari limbah dan barang-barang yang tidak berguna yang di daur ulang oleh Sayaka Kajita Ganz. Bzz...

















Siapa yang punya barang rongsok? dari pada di kilo meningan coba deh hal baru di atas.. yeaah.. Bzz

Sejarah Pertempuran Kuno Thermopylae (Sparta vs Persia)

Pernah nonton film 300? Film itu diangkat dari komik grafis yag terinspirasi dari pertempuran kaum Sparta (Spartan) dengan Persia. Sparta adalah kota pada zaman Yunani Kuno yang merupakan ibukota Laconia dengan kota terpenting Peloponesus di tepi Sungai Eurotas.
Negara kota ini didirikan oleh orang-orang Doria yang mengalahkan Laconia dan Messenia dan pada perkembangannya menjadi sangat kuat dan berkuasa.
Pada abad 7 SM, Sparta merupakan pusat kesusastraan namun sesudah tahun 600 SM ilmu kemiliteran yang lebih ditonjolkan. Anak-anak dari golongan berkuasa (Spartiate) dilatih menjadi militer.
Di bawah golongan militer adalah golongan perioeci (tukang dan pedagang) dan helot (budak-budak). Hanya kaum Spartiate yang memiliki hak hukum dan hak sipil.

Film  300 Spartan
Pertempuran Thermopylae adalah suatu pertempuran pada 480 SM antara aliansi negara-kota Yunani melawan invasi Kekaisaran Persia yang berlangsung di celah Thermopylae di Yunani tengah.
Walaupun jauh lebih sedikit jumlahnya, pasukan Yunani berhasil menahan Persia selama tiga hari pada pertempuran yang dianggap sebagai salah satu pertahanan terakhir paling terkenal ini.
Sejumlah kecil pasukan yang dipimpin oleh Raja Leonidas dari Sparta menghalangi satu-satunya jalan yang dapat dilalui oleh pasukan besar Xerxes I dari Persia.
Setelah tiga hari pertempuran, seorang penduduk lokal bernama Ephialtes berkhianat dengan membongkar jalur rahasia melalui pegunungan yang dapat dilalui untuk menembus garis pertahanan Yunani.
Pasukan Persia berhasil menguasai celah tersebut dengan menderita kerugian yang sangat besar, tak seimbang dengan kerugian yang diderita pasukan Yunani.

Thermopylae, Yunani
Celah Thermopylae adalah celah antara Gunung Oeta dan rawa-rawa sepanjang Teluk Mali, Yunani. Pada Celah Thermopylae inilah Leonidas bersama prajurit-prajuritnya dari Sparta dan sekutunya melawan tentara Persia (480 SM).
Hasilnya adalah kemenangan bagi Kekaisaran Persia, tapi memberi waktu bagi Yunani untuk mengkonsolidasikan pasukan mereka menjadi pasukan lengkap yang akhirnya mengalahkan Persia. Pertempuran ini menghambat majunya pasukan Persia.

Pihak-pihak yang terlibat

1. Negara kota Yunani

Yunani Kuno adalah periode dalam sejarah Yunani yang berlangsung kurang lebih seribu tahun dan berakhir dengan munculnya agama Kristen. Oleh sebagian besar sejarawan, peradaban ini dianggap merupakan peletak dasar bagi Peradaban Barat. Budaya Yunani merupakan pengaruh kuat bagi Kekaisaran Romawi, yang selanjutnya meneruskan versinya ke bagian lain Eropa.
Istilah “Yunani Kuno” diterapkan pada wilayah yang menggunakan bahasa Yunani pada zaman kuno. Wilayahnya tidak hanya terbatas pada semenanjung Yunani modern, tapi juga termasuk wilayah lain yang didiami orang-orang Yunani, Siprus dan Kepulauan Aegean, pantai Aegean dari Anatolia (saat itu disebut Ionia), Sisilia dan bagian selatan Italia (dikenal dengan Magna Graecia), serta pemukiman Yunani lain yang tersebar sepanjang pantai Colchis, Illyria, Thrace, Mesir, Cyrenaica, selatan Gaul, timur dan timur laut Semenanjung Iberia, Iberia dan Taurica.

Peradaban Yunani Kuno sangat berpengaruh pada bahasa, politik, sistem pendidikan, filsafat, ilmu, dan seni, mendorong Renaisans di Eropa Barat, dan bangkit kembali pada masa kebangkitan Neo-Klasik pada abad ke-18 dan ke-19 di Eropa dan Amerika.

2. Persia Achaemenid

Kekaisaran Akhemeni (Bahasa Persia Kuno: Hakh?manishiya) (559 SM hingga 338 SM) adalah kekaisaran Persia pertama yang memerintah Iran dan negara-negara sekitarnya (Afganistan, Pakistan, Turki Barat, Irak, Arab Saudi Utara, Palestina, Yordania, Israel dan Lebanon.
Luas kekaisarannya diperkirakan seluas 7,5 juta km persegi. Nama Akhemeni berasal dari pendiri kekaisaran ini Akhemenes, tetapi teori ini diperdebatkan oleh para sejarawan hingga hari ini.
Raja-raja besarnya, Kurosh (Cyrus) dan Daryavaush (Darius) selalu menyebut diri dengan penuh kebanggaan sebagai keturunan Hakh?manish (Akhemenes), leluhur mereka.
Akhemeni pada mulanya adalah sebuah negeri naungan Kekaisaran Media, tetapi negeri ini berkembang dan berhasil menumpas dan mengakhiri hegemoni Media. Kekaisaran Akhemenid kemudian berkembang hingga ke Mesir dan menaklukkan hampir semua jajahan Yunani. Namun begitu, kekaisaran Akhemenid diakhiri Alexander Agung dari Yunani.

Di bahasa Inggris dinasti mereka disebut Achaemenid, disadur dari istilah Yunani Αχαιμενιδης (Achaemenides), artinya ‘keturunan Achaemenes’.

Komandan

1. Leonidas


Ilustrasi
Leonidas (ejaan Inggris: [li???nid?s],[1] Yunani: Λεων?δας; “anak Lion”) adalah raja Sparta ke-17 dari dinasti Agiad, salah seorang anak dari Raja Anaxandridas II dari Sparta, yang dipercayai sebagai keturunan dari Heracles karena kekuatan dan keberaniannya. Tanggal lahir Raja Leonidas tidak diketahui, namun ia diperkirakan meninggal di Pertempuran Thermopylae pada bulan Agustus, 480 SM.
Leonidas merupakan anak kedua dari tiga bersaudara. Kakaknya bernama Dorieus dan adiknya bernama Cleombrotus, yang sempat memimpin kekuasaan selama beberapa saat setelah kematian Leonidas, sebelum akhirnya digantikan oleh Paunsanias, anak Cleombrotus.
Leonidas naik tahta menggantikan Cleomenes I, sekitar tahun 489 atau 488 SM. Ia menikah dengan anak Cleomenes, Gorgo. Namanya menjadi terkenal akibat perannya di pertempuran Thermopylae.

2. Xerxes


Ilustrasi
Xerxes yang Agung, juga dijuluki Xerxes I dari Persia, (bahasa Persia Lama: XÅ¡ay?rÅ¡?) adalah Raja Persia (bekuasa dari tahun 485–465 SM) dari dinasti Akhemenid. Xerxes adalah putra dari Darius I dari Persia dan Atossa, putri Cyrus yang Agung.

Korban Jiwa Selama Pertempuran

  • 300 Sparta
  • 900 Helot
  • 700 Thespiae
  • 400 Theban
  • 20000 persian
Jumlah menurut Herodotus. Lainnya tak diketahui
Beberapa pasukan di pihak Yunani harusnya terluka parah pada hari-hari pertama pertempuran karena tidak satu pihakpun dapat memenangi suatu pertempuran tanpa adanya kerugian.
Herodotus juga tak menyatakan berapa banyak pihak Theban yang tewas sebelum penyerahan mereka diterima. Walaupun jumlah yang dinyatakan Herodotus tak tepat seperti standar sekarang, ia menampilkan angka-angka tersebut tanpa apologi yang umumnya digunakannya jika ia mendengar sesuatu dari orang lain, yang menandakan bahwa ia cukup mempercayai angka-angka tersebut.
Pertempuran Perang Persia diberi nama untuk lokasi mereka. Timeline berikut menunjukkan pertempuran besar dari Persia Wars (Perang Yunani-Persia) dalam urutan kronologis.
1. 502 SM - Naxos pemberontakan Ionia.
2. 500 SM - Pemberontakan Ionia di Asia minor.
3. 498 SM - Sardis. Persia dipimpin oleh Athena dan Aristagoras dengan sekutu menduduki Eretrian Sardis. Kota itu dibakar oleh orang-orang Yunani dan Persia dikalahkan. Ini adalah akhir dari keterlibatan Athena dalam pemberontakan Ionia.
4. 492 SM - Naxos. Persia menginvasi, penduduk melarikan diri, Persia membakar kota, tapi Delos diselamatkan.
5. 490 SM - Eretria. Persia di bawah Datis (kemudian dikalahkan di Marathon) menguasai kota dalam seminggu yang dibantu oleh pengkhianat. Penduduk diperbudak.
Asal Marathon : Konon, seorang Pheidippides berlari sekitar 25 kilometer, dari Marathon ke Athena, untuk mengumumkan kekalahan Persia. Pada akhir perjalanan ia meninggal karena kelelahan.
6. 481 SM - Liga Yunani melawan Persia, dengan Sparta yang bertanggung jawab atas tentara dan Athena dengan Angkatan Lautnya.
7. 480 SM - Pertempuran di Thermopylae.
8. 479 SM - Pertempuran di Salamis.
 
Peta pertempuran Salamis
Perang Persia (492-449 SM) yang bertempur di darat dan laut. Pertempuran Salamis adalah pertempuran laut yang menentukan. Ini Perang Persia yang mengikuti Pertempuran Thermopylae.
300 Spartan dan sekutu bertahan dengan gagah berani, tetapi sia-sia melawan pasukan yang jauh lebih unggul dari Persia. Setelah Thermopylae, pasukan Persia berhasil menghancurkan  Athena. Tapi saat Persia tiba, penduduk Athena telah diungsikan dan Yunani pemimpin pasukan militer untuk bersiap-siap mengepung Persia di Salamis.
Di antara komandan angkatan laut pasukan sekutu Persia adalah salah satu ratu yang terkenal dari sejarah kuno, Artemisia dari Halicarnassus.
Pada tahun 479 SM, Themistocles (sekitar 514-449 SM), seorang negarawan Athena, Athena armada yang ditempatkan di Salamis, pura-pura mundur, dan menarik angkatan laut Persia ke selat sempit di Salamis.
Disana, kapal Persia dan sekutu saling berhadapan dengan kapal Yunani. Persia digempur habis-habisan pada peretempuran laut ini yang kemudian dikenal sebagai Pertempuran Salamis. Akhirnya Persia dipaksa mundur.
Pertempuran Salamis adalah titik balik dalam Perang Persia dan menunjukkan supremasi angkatan laut Athena.

Pertempuran Plataea

 
Peta pertempuran Plataea
Sebuah peta topografi, sungai, kota, dan jalan di sekitar Plataea, Yunani, menunjukkan rencana pertempuran Plataea, 479 SM, di antara orang-orang Yunani dan Persia di bawah Xerxes I selama invasi kedua Yunani oleh Persia. Yang menentukan kemenangan Yunani mengakibatkan hilangnya kontrol teritorial oleh Persia di Attica dan Boeotia.

Akhir Invasi Persia Daratan Yunani.

Athena, yang bertanggung jawab atas Delian Liga, melanjutkan peneyrangannya untuk membebaskan kota-kota Ionia.
9. 478 SM
Sestus. Diambil oleh orang Athena. Awal Kekaisaran Athena.
Bizantium. Pausanias Spartan Siprus disampaikan sebagian besar dari kekuasaan Persia. Dia kemudian pergi ke Bizantium di mana ia melakukan hal yang sama. Namun, ia menindas orang-orang Yunani di sana yang memimpin orang-orang Yunani timur untuk mencari perlindungan dari Athena.
10. 477 SM -  Aristides bentuk Delian Liga.
11. 476-475 SM
Eion. Cimon ditangkap Persia.
Doriskos. Armada Athena berusaha untuk mengambil Doriscus. Kita tidak tahu hasilnya.
12. 468 SM - Eurymedon (Sungai). Cimon menelusuri Caria kota-kota pesisir dari kekuasaan Persia. Melawan Persia darat dan laut. Made selatan Asia Kecil, dari Caria ke Pamfilia, bagian dari federasi Athena.
13. 456 SM - Prosopitis. Yunani terdesak oleh Persia di Mesir. Mereka menyerah dan diizinkan untuk pergi.
14. 450/449 SM - Siprus, Salamis. Fenisia mendirikan otoritas Artahsasta di Siprus ketika Cimon dikirim untuk menangani mereka. Meskipun Cimon meninggal, orang-orang Yunani mencapai kemenangan ganda.
15. 449 SM - Ketenangan Callias.

Persia dan Athena menandatangani perjanjian damai.

 Sumber : http://www.apakabardunia.com/post/tahukah-kamu/sejarah-pertempuran-kuno-thermopylae-sparta-vs-persia

Rahasia Dibalik Penemuan Kacamata

http://www.couponsaver.org/blog_images/glassesshop-coupons-for-the-best-eyeglasses-at-the-lowest-prices-17.jpg
Kacamata merupakan salah satu penemuan terpenting dalam sejarah kehidupan umat manusia. Setiap peradaban mengklaim sebagai penemu kacamata. Akibatnya, asal-usul kacamata pun cenderung tak jelas dari mana dan kapan ditemukan.

Lutfallah Gari, seorang peneliti sejarah sains dan teknologi Islam dari Arab Saudi mencoba menelusuri rahasia penemuan kacamata secara mendalam. Ia mencoba membedah sejumlah sumber asli dan meneliti literatur tambahan.

Investigasi yang dilakukannya itu membuahkan sebuah titik terang. Ia menemukan fakta bahwa peradaban Muslim di era keemasan memiliki peran penting dalam menemukan alat bantu baca dan lihat itu.

Lewat tulisannya bertajuk The Invention of Spectacles between the East and the West, Lutfallah mengungkapkan, peradaban Barat kerap mengklaim sebegai penemu kacamata. Padahal, jauh sebelum masyarakat Barat mengenal kacamata, peradaban Islam telah menemukannya. Menurut dia, dunia Barat telah membuat sejarah penemuan kacamata yang kenyataannya hanyalah sebuah mitos dan kebohongan belaka.

”Mereka sengaja membuat sejarah bahwa kacamata itu muncul saat Etnosentrisme,” papar Lutfallah.

Menurut dia, sebelum peradaban manusia mengenal kacamata, para ilmuwan tdari berbagai peradaban telah menemukan lensa. Hal itu dibuktikan dengan ditemukannya kaca.


http://www.thesciencefair.com/Merchant2/graphics/00000001/LensConcave_M.jpg
Lensa juga dikenal pada beberapa peradaban seperti Romawi, Yunani, Hellenistik dan Islam. Berdasarkan bukti yang ada, lensa-lensa pada saat itu tidak digunakan untuk magnification (perbesaran), tapi untuk pembakaran. Caranya dengan memusatkan cahaya matahari pada fokus lensa/titik api lensa.

Oleh karena itu, mereka menyebutnya dengan nama umum “pembakaran kaca/burning mirrors”. ”Hal ini juga tercantum dalam beberapa literatur yang dikarang sarjana Muslim pada era peradaban Islam,” tutur Lutfallah. Menurut dia, fisikawan Muslim legendaris, Ibnu al-Haitham (965 M-1039 M), dalam karyanya bertajuk Kitab al-Manazir (tentang optik) telah mempelajarai masalah perbesaran benda dan pembiasan cahaya.

Ibnu al-Haitam mempelajari pembiasan cahaya melewati sebuah permukaan tanpa warna seperti kaca, udara dan air. “Bentuk-bentuk benda yang terlihat tampak menyimpang ketika terus melihat benda tanpa warna”. Ini merupakan bentuk permukaan seharusnya benda tanpa warna,” tutur al-Haitham seperti dikutip Lutfallah.

Inilah salah satu fakta yang menunjukkan betapa ilmuwan Muslim Arab pada abadke-11 itu telah mengenali kekayaan perbesaran gambar melalui permukaan tanpa warna. Namun, al-Haitham belum mengetahui aplikasi yang penting dalam fenomena ini. Buah pikir yang dicetuskan Ibnu al-Haitham itu merupakan hal yang paling pertama dalam bidang lensa.

Paling tidak, peradaban Islam telah mengenal dan menemukan lensa lebih awal tiga ratus tahun dibandingkan Masyarakat Eropa. Menurut Lutfallah, penemuan kacamata dalam peradaban Islam terungkap dalam puisi-puisi karya Ibnu al-Hamdis (1055 M- 1133 M). Dia menulis sebuah syair yang menggambarkan tentang kacamata. Syair itu ditulis sekitar200 tahun, sebelum masyarakat Barat menemukan kacamata. Ibnu al-Hamdis menggambarkan kacamata lewat syairnya antara lain sebagai berikut:

”Benda bening menunjukkan tulisan dalam sebuah buku untuk mata, benda bening seperti air, tapi benda ini merupakan batu. Benda itu meninggalkan bekas kebasahan di pipi, basah seperti sebuah gambar sungai yang terbentuk dari keringatnya,” tutur al-Hamdis.

Al-Hamdis melanjutkan, ”Ini seperti seorang yang manusia yang pintar, yang menerjemahkan sebuah sandi-sandi kamera yang sulit diterjemahkan. Ini juga sebuah pengobatan yang baik bagi orang tua yang lemah penglihatannya, dan orang tua menulis kecil dalam mata mereka.”

Syair al-Hamids itu telah mematahkan klaim peradaban Barat sebagai penemu kacamata pertama.

Pada puisi ketiga, penyair Muslim legendaris itu mengatakan, “Benda ini tembus cahaya (kaca) untuk mata dan menunjukkan tulisan dalam buku, tapi ini batang tubuhnya terbuat dari batu (rock)”.

Selanjutnya dalam dua puisi, al-Hamids menyebutkan bahwa kacamata merupakan alat pengobatan yang terbaik bagi orang tua yang menderita cacat/memiliki penglihatan yang lemah. Dengan menggunakan kacamata, papar al-Hamdis, seseorang akan melihat garis pembesaran.

Dalam puisi keempatnya, al-Hamdis mencoba menjelaskan dan menggambarkan kacamata sebagai berikut: “Ini akan meninggalkan tanda di pipi, seperti sebuah sungai”. Menurut penelitian Lutfallah, penggunaan kacamata mulai meluas di dunia Islam pada abad ke-13 M. Fakta itu terungkap dalam lukisan, buku sejarah, kaligrafi dan syair.

Dalam salah satu syairnya, Ahmad al-Attar al-Masri telah menyebutkan kacamata. “Usia ua datang setelah muda, saya pernah mempunyai penglihatan yang kuat, dan sekarang mata saya terbuat dari kaca.” Sementara itu,sSejarawan al-Sakhawi, mengungkapkan, tentang seorang kaligrafer Sharaf Ibnu Amir al-Mardini (wafat tahun 1447 M). “Dia meninggal pada usia melewati 100 tahun; dia pernah memiliki pikiran sehat dan dia melanjutkan menulis tanpa cermin/kaca. “Sebuah cermin disini rupanya seperti lensa,” papar al-Sakhawi.

Fakta lain yang mampu membuktikan bahwa peradaban Islam telah lebih dulu menemukan kacamata adalah pencapaian dokter Muslim dalam ophtalmologi, ilmu tentang mata. Dalam karanya tentang ophtalmologi, Julius Hirschberg , menyebutkan, dokter spesialis mata Muslim tak menyebutkan kacamata. ”Namun itu tak berarti bahwa peradaban Islam tak mengenal kacamata,” tegas Lutfallah. desy susilawati

Eropa dan Penemuan Kacamata

http://listverse.files.wordpress.com/2007/09/friedrich-herlin-reading-saint-peter-1466.jpg

Roger Bacon
Pada abad ke-13 M, sarjana Inggris, Roger Bacon (1214 M – 1294 M), menulis tentang kaca pembesar dan menjelaskan bagaimana membesarkan benda menggunakan sepotong kaca. “Untuk alasan ini, alat-alat ini sangat bermanfaat untuk orang-orang tua dan orang-orang yang memiliki kelamahan pada penglihatan, alat ini disediakan untuk mereka agar bisa melihat benda yang kecil, jika itu cukup diperbesar,” jelas Roger Bacon.

Beberapa sejarawan ilmu pengetahuan menyebutkan Bacon telah mengadopsi ilmu pengetahuannya dari ilmuwan Muslim, Ibnu al-Haitam. Bacon terpengaruh dengan kitab yang ditulis al-Haitham berjudul Ktab al-Manazir Kitab tentang Optik. Kitab karya al-Haitham itu ternyata telah diterjemahkan ke dalam bahasa Latin.

Ide pembesaran dengan bentuk kaca telah dicetuskan jauh sebelumnya oleh al-Haitham. Namun, sayangnya dari beberapa bukti yang ada, penggunaan kaca pembesar untuk membaca pertama disebutkan dalam bukunya Bacon.
http://upload.wikimedia.org/wikipedia/commons/thumb/b/b1/Julius_Hirschberg.jpg/220px-Julius_Hirschberg.jpg

Julius Hirschberg
Julius Hirschberg, sejarawan ophthalmologi (ilmu pengobatan mata), menyebutkan dalam bukunya, bahwa perbesaran batu diawali dengan penemuan kaca pembesar dan barulah kacamata tahun 1300 atau abad ke-13 M. “Ibnu al-Haitham hanya melakukan penelitian mengenai pembesaran pada abad ke – 11 M,” cetusnya Hirschberg.

Kacamata pertama disebutkan dalam buku pengobatan di Eropa pada abad ke-14 M. Bernard Gordon, Profesor pengobatan di Universitas Montpellier di selatan Perancis, mengatakan di tahun 1305 M tentang tetes mata (obat mata) sebagai alternatif bagi orang-orang tua yang tidak menggunakan kacamata.

http://www.homeoint.org/morrell/articles/photo/chauliac.jpg

Guy de Chauliac
Tahun 1353 M, Guy de Chauliac menyebutkan jenis obat mata lain untuk menyembuhkan mata, dia mengatakan lebih baik menggunakan kacamata jika obat mata tidak berfungsi.

Selain para ilmuwan di atas, adapula tiga cerita yang berbeda disebutkan oleh sarjana Italia, Redi (wafat tahun 1697). Cerita pertama, disebutkan dalam manuskrip Redi tahun 1299 M. Disebutkan dalam pembukaan bahwa pengarang adalah orang yang sudah tua dan tidak bisa membaca tanpa kacamata, yang ditemukan pada zamannya.

Cerita kedua, juga diceritakan oleh Redi, menunjukkan bahwa kacamata disebutkan dalam sebuah pidato yang jelas tahun 1305 M, dimana pembicara mengatakan bahwa perlatan ini ditemukan tidak lebih cepat dari 20 tahun sebelum pidato tersebut diungkapkan.

Cerita ketiga, menyebutkan bahwa biarawan (the monk) Alexander dari Spina (sebelah timur Itali) belajar bagaimana menggunakan kacamata. Dia wafat tahun 1313 M.

Akhirnya tiga versi cerita berbeda tersebut menyebarluas, karena banyak buku lain yang mengadopsi cerita-cerita yang disebutkan Redi setelah dia wafat. Namun, beberapa sejarahwan ilmu pengetahuan mengatakan bahwa Redi telah membuat cerita bohong dan mereka tidak percaya.

Bahkan, dalam buku Julius Hirschberg, juga disebutkan tentang cerita Redi itu, ditulis antara tahun 1899 dan 1918 di Jerman dan banyak informasi yang sudah tua dan banyak yang diperbaharui. Buku tersebut kemudian diterjemahkan (tanpa revisi) ke dalam bahasa Inggris dan dipublikasikan tahun 1985. Hasilnya, cerita Redi menyebar di Inggris, artikel penelitian itu ditolak kebenaran ceritanya dan ini ditolak Julius Hirschberg.

Beberapa cerita bohong lain juga ditulis oleh seorang jurnalis di pertengahan abad ke 19 M. Dia mengklaim Roger Bacon merupakan penemu kacamata seperti. Bahkan ia juga menyebutkan bahwa biarawan (the Monk) Alexander juga telah diajarkan Roger Bacon bagaimana menggunakan kacamata. Kabar ini tentu saja dengan cepat menyebar.

Kebohongan lain juga terlihat pada sebuah nisan. Seorang pengarang menunjukkan bahwa sebuah nisan di kuburan Nasrani yang berada di gereja, tertulis sebuah kalimat, “disini beristirahat Florence, penemu kacamata, Tuhan mengampuni dosanya, tahun 1317″. Masih banyak cerita atau mitos lainnya tentang penemu dan pembuatan kacamata di Eropa. Semua mengklaim sebagai penemu pertama alat bantu baca dan melihat itu.

sumber : http://wisbenbae.blogspot.com/2010/11/rahasia-dibalik-penemuan-kacamata.html

9 Tips Mengurangi Pikiran Negatif


Berpikiran negatif tidak akan membawa kita kemana-mana, kecuali membuat perasaan tambah gelisah dan berakibat performa kita mengecewakan. Kalau tidak segera di atasi, pikiran negatif bisa berdampak buruk bagi jiwa dan hidup kita. Berikut ada artikel motivasi menarik yang ditulis oleh Jessica Padykula, Bagaimana cara mencegah dan mengatasi pikiran negatif:
1. Hidup di saat ini
Memikirkan masa lalu atau masa depan adalah hal yang sering membuat kita cemas. Jarang sekali kita panik karena kejadian masa sekarang. Jika Anda menemukan pikiran anda terkukung dalam apa yang telah terjadi atau apa yang belum terjadi, ingatlah bahwa hanya masa kini yang dapat kita kontrol.

2. Fokus pada hal-hal positif

Ketika kita sedang sedang berpikiran negatif, seringkali kita lupa akan apa yang kita miliki dan lebih berfokus pada apa yang tidak kita miliki. Buatlah sebuah jurnal rasa syukur. Tidak masalah waktunya, tiap hari tulislah lima enam hal positif yang terjadi pada hari tersebut. Hal positif itu bisa berupa hal-hal besar ataupun sekadar hal-hal kecil seperti ‘hari ini cerah’ atau ‘makan sore hari ini menakjubkan’. Selama Anda tetap konsisten melakukan kegiatan ini, hal ini mampu mengubah pemikiran negatif Anda menjadi suatu pemikiran positif. Dan ketika Anda mulai merasa berpikiran negatif, baca kembali jurnal tersebut.

3. Katakan hal positif pada diri sendiri
Katakan pada diri Anda bahwa Anda kuat, Anda mampu. Ucapkan hal tersebut terus-menerus, kapanpun. Terutama, mulailah hari dengan mengatakan hal positif tentang diri sendiri dan hari itu, tidak peduli jika hari itu Anda harus mengambil keputusan sulit ataupun Anda tidak mempercayai apa yang telah Anda katakan pada diri sendiri.

4. Percaya pada kekuatan pikiran positif
Jika Anda berpikir positif, hal-hal positif akan datang dan kesulitan-kesulitan akan terasa lebih ringan. Sebaliknya, jika Anda berpikiran negatif, hal-hal negatif akan menimpa Anda. Hal ini adalah hukum universal, seperti layaknya hukum gravitasi atau pertukaran energi. Tidak akan mudah untuk mengubah pola pikir Anda, namun usahanya sebanding dengan hasil yang bisa Anda petik.

5. Jangan berdiam diri
Telusuri apa yang membuat Anda berpikiran negatif, perbaiki, dan kembali maju. Jika hal tersebut tidak bisa diperbaiki lagi, berhenti mengeluh dan menyesal karena hal itu hanya akan menghabiskan waktu dan energi Anda, juga membuat Anda merasa tambah buruk. Terimalah apa yang telah terjadi, petik hikmah/pelajaran dari hal tersebut, dan kembali maju.

6. Hadapi rasa takutmu
Perasaan negatif muncul dari rasa takut, makin takut Anda akan hidup, makin banyak pikiran negatif dalam diri Anda. Jika Anda takut akan sesuatu, lakukan sesuatu itu. Rasa takut adalah bagian dari hidup namun kita memiliki pilihan untuk tidak membiarkan rasa takut menghentikan kita.

7. Ubah cara pandang
Ketika sesuatu tidak berjalan dengan baik, cari cara untuk melihat hal tersebut dari sudut pandang yang lebih positif. Dalam setiap tantangan terdapat keuntungan, dalam setiap keuntungan terdapat tantangan.

8. Bergeraklah
Berolahraga melepaskan endorphin yang mampu membuat perasaaan Anda menjadi lebih baik. Apakah itu sekadar berjalan mengelelingi blok ataupun berlari sepuluh kilometer, aktifitas fisik akan membuat diri kita merasa lebih baik. Ketika Anda merasa down, aktifitas olahraga lima belas menit dapat membuat Anda merasa lebih baik.

9. Coba hal-hal baru
Mencoba hal-hal baru juga dapat meningkatkan rasa percaya diri. Dengan mengatakan ya pada kehidupan Anda membuka lebih banyak kesempatan untuk bertumbuh. Jauhi pikiran ‘ya, tapi…’. Pengalaman baru, kecil atau besar, membuat hidup terasa lebih menyenangkan dan berguna.
 

Awal Mula Manusia Terbang

Di penghujung abad 19 dan di awal-awal abad 20 sejarah mencatat perkembangan penciptaan mesin terbang alias pesawat terbang dari benda terbang tanpa mesin, tanpa awak, atau tanpa perangkat kendali, hingga diciptakannya mesin-mesin terbang berawak dengan kendali kontrol dan bahkan menjadi andalan militer dalam perang.





Konsep Yang Sedikit Gila Pada Awal-awalnya

Seperti kata orang tua: "Jika awalnya kamu gagal, coba dan coba lagi." Tapi ada juga yang bilang begini: "batas antara kejeniusan dan kegilaan adalah tergantung orangnya saja." Seringkali pionir-pionir pertama meraih suksesnya dengan kombinasi baik dengan mencoba atau dengan menjadi sedikit gila.


Kiri Atas: Steam airship by Frederick Marriott - Avitor Hermes, Jr. 1869. kanan: mesin burung by Alexandre Goupil. Kiri Bawah: Pesawat Whitehead's tipe Albatross, 1905

Mereka Yang Sempat Terbang ke Udara Cuma Sebentar atau Bahkan Tidak Sama Sekali

Kita tentu ingat Ader, Mozhaiski, Whitehead, dan Wright bersaudara karena mereka berhasil dengan apa yang mereka coba, dengan tingkat keberhasilan berbeda: membawa mereka terbang ke udara. Sementara itu banyak pula yang mencoba hal yg sama, sedikit yang berhasil, seringnya gagal sama sekali. Tapi tentu saja tidak menghalangi mereka untuk mencoba terus.





Photograph of Vision flight, seperti halnya penerbangan bersejarah Wright bersaudara

Yang disebut-sebut benar-benar terbang memang menjadi perdebatan. Wright bersaudara terbang dengan kontrol di pesawatnya, tetapi banyak pula pionir-pionir yang terbang tanpa kontrol. Diantaranya:

Tahun 1848, John Stringfellow terbang dalam jarak dekat dengan kendaraannya yang ditenagai dengan uap (steam) - membuat banyak orang di Crystal Palace, London terkagum-kagum.






Ingin terbang dengan mesin tenaga uap berbaling-baling dengan model bat-wing? Beberapa diantaranya malah sudah sebesar pesawat berukuran sedang.




Jean-Marie Le Bris bisa terbang lebih tinggi lagi dengan menggunakan tenaga seekor kuda untuk menarik pesawat glider-nya hingga terbang ke udara. Ini di tahun 1856.





Le Bris : The Albatross, 1868



Clement Ader membuat rekor dengan membawa Avion III terbang ke ketinggian 30 kaki pada tahun 1897 - tapi keberhasilannya ini masih sedikit diperdebatkan. Inilah mesin tenaga uap terbangnya: pesawat berbaling-baling dengan bentuk seperti bat-wing, The Eole:





Berdua, William Paul Butusov dan Gustave Whitehead bekerja untuk menyempurnakan konsep mesin terbang "Albatross".





Kiri: Gustave Whitehead's 1901 model; Kanan: William Paul Butusov machine

Mungkin Anda mengira ini sebagai "barang gagal" atau "si Tolol Terbang", tapi semua ini bertujuan untuk mengembangkan penerbangan di masa depan yang lebih maju, dan jujur saja, benda-benda terbang ini sangat menarik dan unik:



Kiri Atas: Konsep Mesin Terbang Victorian ; Kanan Atas: Ca.60 "Transaero" tahun 1921; Kiri Bawah: Thomas Moy's Aerial Steamer, 1874; Kanan Bawah: Mesin Terbang Sir Hiram Maxim.

Horatio Phillips mendesain konstruksi fantastis ini dengan 20 sayap tahun 1904:




Alphonse Penaud memimpikan sebuah monoplane (paling mendekati bentuk modern) dengan roda pendaratan yang bisa dilipat dan kokpit kaca tertutup. Tapi impian itu tidak pernah terwujud.





Gianni Caproni membangun "Ca.60 Transaero" pada tahun 1921. "Badan pesawatnya adalah sebuah kapal raksasa, mempunyai 8 sayap (total dengan luas 9000 feet), 8 mesin, dan secara keseluruhan mirip barang keluaran Disneyland. Beratnya 55000 pounds. Pernah terbang sekali, dari danau Maggiore." (source)




"Setelah mencapai ketinggian 60 kaki, kapal terbang ini meluncur turun dan terbelah ketika menghunjam ke air."

"Ini adalah sebuah Caproni CA60 Noviplano (kapal terbang dengan 6 sayap, 8 mesin dengan power 3000hp dan 750 meter persegi luas sayap, mampu membawa 100 penumpang. Insinyur Gianni Caproni adalah seorang jenius dan seorang pionir penerbangan sejati. Dia juga seorang pionir dengan 138 penemuan lainnya dan memiliki 100 hak paten." (source)



Kiri Atas: Clement Ader’s Avion (LEn’) 1897. Kanan Atas: Raksasa Hiram Maxim. Bawah: Felix du Temple Aerial Machine, 1857

Samuel Pierpont Langley tidak hanya mendesain pesawat yang sempurna, tapi bahkan dibikin sekaligus sebagai Aerodromes!. Di kanan bawah adalah "sebuah Aerodrome diletakkan di atas alat peluncuran di atas sebuah kapal-rumah, sungai Potomac - 1903" -




Otto Lilienthal (1848-1896) - satu dari pionir penerbangan yang sangat terkenal - membuat glider dan biplane, dan jatuh bersamanya hingga dia tewas saat satu sayapnya patah dalam penerbangan. Mesin terbangnya (lihat patennya di sini) kelihatan sangat cantik. Dia biasanya berkata seperti ini: "Menemukan mesin terbang itu bukan apa-apa. Membuatnya adalah sesuatu yang menarik. Tapi bisa terbang adalah segalanya.".





Terbang dengan Layang-layang

Selanjutnya ada seorang spesial yang tidak hanya mencoba dan terus mencoba lagi, tapi juga menjadi mirip-mirip orang genius sekaligus orang gila: terbang tanpa mesin, tanpa banyak kontrol kendali.




Orang satu ini adalah si gila Samuel Franklin Cody!




Apa yang Cody terbangkan bukan hal baru, tapi dedikasi totalnya yang unik patut dicatat. Bangsa China sebenarnya telah lama terbang dengan layang-layang (baca Sun Tzu's The Art of War), tapi tidak segila Cody, si Manusia layang-layang.

Cody - nama panggilannya ini diambil dari artis besar Buffalo Bill Cody - mengawali karirnya di musik dan dunia pertunjukan barat yg keras, hingga dia terpesona dengan ide layang-layang yang bisa membawa manusia terbang.




Di awal-awal abad baru, Cody menyeberang ke Inggris dengan layang-layangnya dengan ditarik oleh kapal boat sepanjang perjalanannya. Tahun 1906 Cody diminta untuk membuat layang-layang untuk keperluan militer Inggris dan desainnya memecahkan rekor ketinggian hingga 1600 kaki. Inggris menggunakan layang-layangnya untuk memata-matai Jerman selama perang dunia pertama - hingga pesawat modern yang lebih reliable bermunculan dan layang-layang Cody tenggelam pamornya.




Tidak ingin gagal, tahun 1908 dengan menggunakan mesin, Cody merealisasikan imaginasinya yang dinamai British Army Aeroplane No. 1 dan sukses terbang pada ketinggian 1390 kaki yang menurut sebagian orang merupakan mesin terbang pertama di Inggris.

Sebuah layang-layang tak dikenal dengan desain Cody terlihat di sini:




Cody benar-benar menjadi legenda pada awal sejarah penerbangan (lihat videonya di sini), memenangkan Piala Michelin tahun 1910 dan kontes militer setahun kemudian. Melengkapi jalan kehidupannya dengan layang-layang lalu pesawat terbang, Cody menemui ajalnya di kendali salah satu pesawatnya (sebuah pesawat amfibi) di tahun 1913.

Ornithopters (mesin terbang yang bikin burung-burung ngiri)

George R. White (lihat patent) dan penemu Kanada Doug Froebe terus menciptakan mesin-mesin bersayap ini di tahun 1930-an:





Yang terakhir ini benar-benar konsep "Quadrotor" yang aneh - antara sebuah pesawat atau helikopter.


ehmichen No.2" dan "De Bothezat" mesin 4 rotor, 1922
sumber :http://aneh-tapi-nyata.blogspot.com/2009/01/sejarah-manusia-dan-mesin-terbang.html

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...